a

Suporter Leicester Kecewa Kehabisan Tiket Laga Kandang Terakhir

Suporter Leicester Kecewa Kehabisan Tiket Laga Kandang Terakhir




Pekan ini Leicester City mendapatkan banyak protes dari suporternya sendiri, lantaran kehabisa tiket pada laga kandang terakhir musim ini. Para suporter mengungkapkan kemarahan dan kekecewaan mereka, karena tidak kebagian tiket laga kandang terakhir, meski mempunyai paket keanggotaan suporter resmi.

Laga kandang tiket terakhir Leicester City musim ini akan di gelar pada 7 Mei mendatang dalam laga kontra dengan Everton. Namun saat ini mereka telah kehabisan tiket tersebut yang sudah di jual pada senin kemarin dan habis terjual hanya dalam waktu 90 menit.

Lantaran besarnya permintaan, kemudian banyak yang menjual ulang tiket tersebut dengan harga gila-gilaan. Beberapa situs reseller tiket ada yang mematok harga 3 ribu poundsterling hingga yang paling mahal 15 ribu poundsterling untuk sepasang tiket tersebut.

Kondisi ini pun kian memunculkan banyak kekecewaan bagi banyak pendukung Leicester City. Karena banyak dari mereka yang tidak dapat tiket untuk pertandingan tersebut, meskipun mereka merupakan pemegang paket keanggotaan suporter resmi Leicester City. Demikian di ungkapkan oleh salah satu situs judi Bola Terpercaya.




"Leicester City melakukan hal yang cukup brilian terhadap para suporter dalam beberapa musim terakhir ini. Tapi saya pikir mereka akan ada beberapa pertanyaan yang harus di jawab mengapa ini bisa terjadi hal seperti ini. Saya tidak tahu bagaimana seorang suporter biasa akan mampu membayar 15 ribu poundsterling untuk dua tiket, apalagi tiket tersebut di beli dari orang kedua,"ungkap salah satu fans yang tidak mau di sebut namanya.

Kekecewaan yang sama juga datang dari suporter lain, mereka menuntut penjelasan dari pihak manajemen klub yang tidak menyediakan sebagian tiket untuk keanggotaan suporter resminya.

"Sangat buruk saat ada situs yang menjual tiket mulai dari 495 sampai 5 ribu poundsterling. Siapa yang menjual ulang tiket-tiket tersebut? dan apa artinya jika sudah memiliki keanggotaan gold/silver jika tak kebagian tiket. Saya ingin tahu penjelasan dari klub atas hal ini,"ungkap seorang fans yang bernama David Lea.

Bahkan sejumlah suporter yang lain sudah mendukung Leicester City sejak 1968 juga merasa sangat kecewa dengan kegagalan mendapatkan tiket laga kandang terakhir musim ini.

"Sungguh sebuah kekecewaan yang tak bisa di lupakan, saya sudah berada di sana sepanjang musim bersama Leicester City. Tahun 1968 adalah pertandingan pertama saya dan tidak pernah melewatkan satu musim pun. Meski sudah memiliki keanggotaan silver juga tidak membuat saya bisa mendapatkan tiket untuk pertandingan yang paling penting dalam sejarah bersama Leicester City yang menjadi kandidat kuat meraih gelar juara di Liga Premier League,"ujar suporter lain bernama Adie Wheat.

"Keanggotaan Gold juga mencoba untuk mendapatkan tiket sejak jam 9 pagi, namun dia hanya mendapatkan kabar bahwa tiketnya sudah habis. Padahal dia tak pernah mendapatkan masalah dalam membeli tiket sebelumnya, orang-orang yang menjual lagi tiketnya untuk dapat keuntungan besar harusnya di larang membeli tiket lagi,"ucap suporter lain bernama Gemma Kott.



"Fakta ini sungguh memalukan, karena separuh dari pemilik tiket ini akan menjual tiket itu lagi untuk harga ribuan poundsterling. Sementara fans yang sesungguhnya yang memang sudah kesulitan untuk membeli tiket dengan harga 50 poundsterling, apalagi ribuan poundsterling tidak kebagian. Jika klub sungguh memperhatikan fansnya, mereka harus melarang penjualan ulang tiket dan mengembalikannya pada fans yang tidak mencoba untuk mencari uang dari kesuksesan Leicester City. Dan semua fans benar-benar sangat ingin datang pada laga kandang terakhir Leicester City di musim ini,"tulis fans Leicester lainnya bernama Emilia Woch pada akun Facebook-nya.
Previous
Next Post »

SEO